“Sebaik-baik teman duduk di setiap waktu adalah buku”
Malam mulai larut. Sebagian anak seusia mereka di luar pesantren masih larut dengan dunia gadget dan hiburan tanpa batas. Namun di Pondok Pesantren Al-Ma’arif, para santri justru duduk bersila bersama kitab, buku catatan, dan pena di tangan mereka. Malam mereka diisi dengan belajar aqidah, fiqih, nahwu, sharaf, hadis, mahfudzat, serta pendalaman bahasa Arab dan Inggris sebagai bekal ilmu dan masa depan.
Suasana seperti ini menjadi pemandangan yang terus dijaga di lingkungan pesantren. Di tengah perkembangan zaman yang semakin membuat anak-anak dekat dengan layar handphone, budaya belajar dan mengaji menjadi sesuatu yang semakin berharga.
Ust. Izzul Aqna, M.A. selaku bagian pengasuhan Pondok Pesantren mengatakan,
“Di zaman sekarang, anak-anak sangat mudah akrab dengan gadget, tetapi tidak semua mampu betah duduk berjam-jam bersama kitab dan catatan. Karena itu, budaya belajar malam, mengaji, dan mencintai ilmu seperti ini harus terus dijaga sebagai bagian dari pendidikan Islami.”
Karena pada akhirnya, pesantren bukan hanya mengajarkan pelajaran… tetapi juga menjaga arah kehidupan. Dari tempat sederhana inilah lahir generasi yang dibentuk bukan hanya untuk cerdas berpikir, tetapi juga kuat iman, adab, dan akhlaknya.





Leave A Comment